Kamis, 20 Oktober 2011

Egoisme, Salah Satu Tuntutan Kedewasaan

Egois,
ya semua orang memiliki keegoisan sendiri. Hidup ini adalah guru besar yang memberi pelajaran yang sangat berharga. Dari perjalanan hidup, kita belajar di mana harus meletakkan sebuah keegoisan. Menerapkan apa keegoisan kita itu perlu dipakai ataukah disimpan dahulu.

1> Pengertian EGO dan EGOIS

     EGO adalah wujud dari kesadaran individu mengenai siapa dirinya sendiri. Ego juga bisa diartikan sebagai kehendak, atau kekuatan dari dalam diri untuk bertindak, atau awal dari pikiran, atau letak perintah dari dalam diri yang memprakarsai pikiran kita.

     EGOIS ialah cara kita dalam mengatur dan menggunakan ego tersebut. Menggunakan ego kita? Terkadang sah sah saja kita lakukan jika kita perlu memberikan kehidupan yang lebih untuk diri kita. Dengan tidak memikirkan orang lain dahulu (dalam arti : tidak membicarakkan orang lain, tidak menggunjing, tidak mengejek, tidak mencela, tidak menjelekkan orang lain) kita bisa memberikan ruang yang lebih luas untuk diri kita guna mendapatkan penilaian dalam memilih mana yang baik dan kurang baik untuk diri kita.

2> Pengaruh & menejemen Ego dalam diri kita

     • Pengenalan diri = Meskipun terkadang berat, sadarilah bahwa SEGALA SESUATU YANG TERJADI PADA DIRI KITA ADALAH SEBAGAI AKIBAT DARI PIKIRAN, PERASAAN DAN TINDAKAN KITA TERHADAP DIRI SENDIRI. Dengan demikian kita dapat memandang dan menempatkan diri kita di posisi teratas. Dan menjadikan ini sebagai "kekuatan" untuk melangkah. Dengan cara itu kita bisa memahami diri kita lebih dalam. Kemudian menentukan secara sadar jiwa kita diarahkan untuk kebahagiaan atau kesedihan, memasukkan perintah berpikir positif atau negatif.

     • Perasaan = Mementingkan apa perasaan kita, tidak itu harus dibuang jauh dulu. Yang perlu diutamakan adalah bagaimana mendahulukan keperluan kita, dari pada memanjakan perasaan kita. Meraih apa yang ingin kita miliki. kesabaran diperlukan untuk menata perasaan, agar tidak mudah meradang dan merana. Yang terutama adalah meminta pertolongan ALLOH SWT dalam setiap langkah.

     • Pikiran = Dengan EGO, arahkan kekuatan pikiran kita untuk selalu berpikir positif. Telah banyak orang yang melakukannya lebih dahulu, dan tak sedikit yang membuktikan, bahwa kekuatan berpikir positif bisa membawa seseorang menuju puncak kesuksesan. Jika ada kalanya menemukan kegagalan, maka tanyakan lagi "kemauan" kita. Yaitu kemauan untuk melakukan tindakan lebih lanjut, kemauan untuk berbuat dan kemauan untuk terus berkomitmen pada jalur yang telah kita "rancang" sendiri sebelumnya.

     • Tindakan = Melakukan segala sesuatu sebagai diri kita, akan menunjukkan eksistensi kita. Tampil sebagai diri kita yang telah kita pahami sendiri. Yang kemudian membekali pikiran kita untuk diarahkan ke hal yang positif. Tanamkan dalam benak kita untuk mengutamakan diri sendiri, dan kita yang paling berkuasa terhadap diri sendiri, dan kita tidak boleh dikuasai orang lain, lingkungan, dan kondisi. Kemudian tentukan tindakan apa yang dapat mengarahkan diri kita pada arti "betapa tingginya keberadaan-ku".

3> Dampak Egois

     * Kekuata dalam diri = Jadikan ego kita sebagai kekuatan dalam diri kita untuk menentukan ke mana arah hidup kita. Kemudian dengan iman kepada ALLAH SWT, bulatkan tekad, teguhkan langkah kita untuk menapaki tujuan perjalanan hidup kita. Tujuan hidup kita pun hendaknya mulia agar segala langkah yang kita ambil diridhoi oleh Yang Maha Kuasa. Tetap bertahan dan berusaha walau dalam penderitaan. Jangan mudah putus asa walau saat menghadapi keadaan yang tidak kita kehendaki. Pelajarilah keadaan dan berusahalah mentapkan tindakan dengan memposisikan diri kita sebagai yang tertinggi. Dan, wujudkan apa yang ingin kita capai.

    * Wujud Eksistensi diri = Kadang ada kalanya keegoisan terasa menyakitkan. Menyakiti orang tua, teman, sahabat, saudara. Tetapi selama kita masih dalam batasan "jalan yang benar", insyaALLOH seiring berjalannya waktu, sambil terus memohon petunjuk dari ALLOH Yang Maha Kuasa, pasti keadaan akan membaik dari waktu ke waktu. Menunjukkan existensi siapa diri kita diperlukan dalam rangka memupuk jati diri kita. Menunjukkan seberapa besar kualitas diri terlihat dari cara kita memandang masalah, cara kita menghadapi masalah, cara menyelesaikan masalah hidup, cara berpikir, cara membentuk prinsip, serta cara kita memegang prinsip hidup kita.

    * Pengendalian diri = pengendalian terhadap emosi kita yang harus selalu dijaga tetap dalam koridor "jalan yang diridhoi ALLAH SWT". Agar sikap egois ini tidak memberikan nilai yang buruk terhadap kualitas diri kita. Karena harusnya pengakuan terhadap EGO ini digunakan dengan cara yang ma'ruf (baik, bijaksana dan menguntungkan) agar menjadi jalan yang terang untuk diri kita sendiri dan orang lain.

4> Egois Positif
Egois bisa memberi dampak positif bila kita menggunakannya untuk kebaikan, seperti demi nama baik orang tua, demi masa depan kita, demi keselamatan dan hajat hidup anak, demi perbaikan hidup keluarga. Maka hendaknya kita gunakan ego kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan perbaikan hidup, misalnya tidak putus asa setiap menemui kegagalan, berusaha untuk sukses dan menjadi yang terbaik walaupun membentang halangan dan rintangan yang akan selalu dihadapi, melawan kemungkaran dan kemaksiatan serta ajakan-ajakan ke arah itu, serta mengendalikan diri untuk tetap berada di dalam norma-norma dan kaidah-kaidah agama.

5> Egois Negatif
Ego yang negatif bisa dimiliki seseorang saat orang tersebut mulai sulit mengendalikan diri, menuruti semua yang dimauinya, dan biasanya dimulai dari seseorang yang mulai melakukan perbuatan-perbuatan tercela. Tanda-tanda yang ditunjukkan biasanya seseorang tersebut menunjukkan sikap tidak mau dikalahkan, tidak mau mendengar saat dinasehati, tidak peduli dengan aturan agama, merasa selalu benar, sering memuaskan diri sendiri, melanggar larangan dan norma di masyarakat, serta tak mau mengontrol diri dan pikiran.

Mudah-mudahan kita selalu diberi kesempatan untuk menggunakan ego kita untuk kebaikan dan dapat bertanggung jawab atas segala dampak yang kita berikan atas ego yang kita pegang erat tersebut. Kemudian kita mendapatkan pelajaran yang berharga untuk pijakan hidup kita yang lebih baik ke depannya kelak. Sehingga kita bisa menjadi orang yang lebih bijaksana dan lebih matang, bukan hanya sekedar dewasa.

1 komentar: